menu

Blog

Whistleblowing di Perusahaan, Bahaya atau Penting?

Blog

|

Dec 28, 2018

Apakah Anda familiar dengan istilah whistleblowing? Tindakan yang dilakukan beberapa karyawan untuk membocorkan hal internal kepada pihak lain ini adalah hal yang tak bisa dihindari. Termasuk dalam konteks sebuah perusahaan. Itulah sebabnya mengapa kebijakan terkait whistleblowing di sebuah perusahaan harus ditegaskan.

Tujuannya tentu saja tak lain dari menciptakan lingkungan kerja yang transparan dan terbuka. Apalagi, sebuah perusahaan dengan banyak karyawan di dalamnya tentu bisa terlibat dalam konflik dan intrik. Nah, meski terkesan berisiko dan berbahaya, di satu sisi, whistleblowing menjadi hal yang juga dibutuhkan.

Bagaimana Perusahaan Mengatur Whistleblowing?

Para manajer yang ada di sebuah perusahaan memiliki kewajiban untuk tahu situasi yang terjadi di kantor mereka. Namun kesibukan tentu tak memungkinkan para manajer untuk selalu memantau apa yang ada di kantor. Di sinilah peran karyawan mereka menjadi perpanjangan mata dan telinga mereka.

Dalam hal ini, whistleblowing adalah hal yang diperlukan selama masih dalam taraf aman. Ketika ada suatu konflik atau perselisihan yang terungkap lewat whistleblowing, maka tugas perusahaan untuk segera menyelesaikan masalah tersebut sebelum ekskalasinya semakin besar.

Belum lagi, seseorang yang pertama kali membuka hal tersebut atau disebut juga dengan whistleblower adalah orang yang berani dengan segala risikonya. Akan lebih menjadi nilai plus jika tujuannya membuka hal tersebut adalah demi kebaikan perusahaan.

Itu sebabnya ada perlindungan kepada para whistleblower dan identitas mereka bisa dirahasiakan. Di Inggris, mereka harus melibatkan Whistleblowers’ Champion dan direktur non-eksekutif. Mereka akan berbicara kepada whistleblower tentang perasaan mereka usai mengungkap sebuah kasus.

More to Read : Teknologi Ini Membuat Pegawai Makin Bahagia di Kantor

Namun, Ada Miskonsepsi…

Meski demikian, seorang whistleblower kerap dianggap sebagai orang yang mencari masalah dan merusak situasi yang semula baik-baik saja. Tak jarang pula mereka dianggap mencari perlindungan dan menyeret orang lain untuk ikut terlibat dalam masalah.

Bahkan hal ini bisa menjadi masalah bagi citra dirinya hingga ke depannya. Karirnya bisa terancam karena dianggap pernah menjadi penyebab suatu masalah di perusahaan.

Faktanya, penilaian tersebut tidaklah adil. Justru, seorang whistleblower di perusahaan adalah orang-orang yang terbukti loyal. Mereka tak segan berbicara demi menyelesaikan masalah atau konflik yang ada dalam perusahaan.

Bagaimana Perusahaan Sebaiknya Merespon?

Tentu saja bagi sebuah perusahaan, whistleblowing di level internal akan jauh lebih diharapkan dibandingkan dengan yang eksternal dan mengancam reputasi perusahaan. Perusahaan harus tahu bagaimana memilah fakta yang benar dan tidak, baik itu yang berasal dari internal maupun eksternal.

Semuanya bergantung pada negara dan sektor apa yang terlibat. Contohnya, ada regulasi untuk mengungkapkan fakta ke organisasi atau otoritas yang telah ditentukan. Artinya, masalahnya menjadi ke ranah eksternal bahkan publik. Namun ada juga yang mengelola masalah tersebut di dalam perusahaan.

Meskipun di atas kita telah membahas bahwa whistleblowing merupakan hal yang positif, perusahaan juga harus berhati-hati terhadap adu domba atau tendensi kebencian. Jika ada whistleblowing yang terkuak, jangan semerta-merta menuding pihak yang terlibat sebagai yang bersalah. Lakukan investigasi secara menyeluruh sebelum mengambil keputusan.

Peran HR dalam Whistleblowing

Tak kalah penting, HR harus menetapkan kerangka pikir dan kebijakan sesuai dengan konteksnya. Pastikan seluruh karyawan memahami kebijakan tersebut. Tak hanya itu, pihak ketiga yang bekerja sama dengan perusahaan juga perlu tahu.

Definisi seberapa jauh kasus disebut whistleblowing dan hanya konflik internal juga harus dibedakan dengan jelas. Selain itu, rekam jejak perusahaan dalam kaitannya dengan kasus whistleblowing juga krusial. Semua data ini harus bisa diakses dari waktu ke waktu secara transparan.

Tidak menutup kemungkinan di masa depan, HR dengan segala teknologinya bisa membantu perusahaan dalam mengatur whistleblowing. Jika sekarang saja TalentMind dengan Artificial Intelligence-nya bisa membantu proses rekrutmen, bukan tidak mungkin di masa depan whistleblowing bisa dikelola dengan efisien.

Discover the power of TalentMind

Demo Now

keyboard_arrow_right