menu
Blog

Hindari Kesalahan dalam Merekrut Karyawan Berdasarkan Email Ucapan Terima Kasih Setelah Wawancara

Blog

|

Dec 26, 2018

Faktor apa yang membuat Anda memutuskan siapa yang akan direkrut sebagai karyawan setelah proses wawancara berakhir? Jika Anda memilih kandidat yang mengirimkan email ucapan terima kasih dan mengabaikan kandidat lain yang tidak melakukan hal tersebut, maka Anda perlu berhenti melakukannya saat ini juga.

Mengapa? Karena ini adalah sebuah kesalahan.

Email Ucapan Terima Kasih bukanlah Sebuah Paramater yang Objektif

Anda seharusnya hanya mempertimbangkan kandidat berdasarkan skill, kemampuan, dan hal-hal lain yang berkaitan dengan posisi pekerjaan tersebut.

Pada umumnya, Anda pasti sudah mengetahui kandidat yang paling tepat untuk posisi tersebut setelah proses wawancara berakhir. Anda tidak membutuhkan sebuah email ucapan terima kasih untuk membuat keputusan.

Email ucapan terima kasih itu sendiri merupakan bagian dari norma atau etiket yang sebaiknya dijalani oleh para pencari kerja. Tidak ada yang tahu dengan pasti siapa yang menciptakan aturan-aturan ini, dan tidak semua negara mengikuti aturan tersebut. Anda perlu mempertimbangkan hal ini saat sedang melakukan perekrutan karyawan dimana kandidat yang ada memiliki latar belakang yang berbeda.

Selalu pergunakan metode assessment yang objektif. Anda dapat menggunakan referensi, berbagai jenis tes kerja, pemeriksaan latar belakang, dan berbagai jenis assessment objektif lainnya. Hasil yang Anda dapatkan dari metode-metode ini jauh lebih objektif, dapat diandalkan, dan lebih efektif. Pada akhirnya, walaupun kandidat dengan hasil assessment yang sempurna tadi tetap mengirimkan email ucapan terima kasih, hal itu tidak akan berpengaruh apapun.

Dampak Negatif dari Pengambilan Keputusan Perekrutan berdasarkan Email Ucapan Terima Kasih

Jika Anda merekrut seseorang hanya karena mereka mengirimkan email ucapan terima kasih, maka hal tersebut memberi kesan diskriminasi. Mereka yang tidak mengirimkan email yang sama mungkin tidak berpikir bahwa hal tersebut adalah sesuatu yang penting, atau bisa saja hal tersebut bukanlah sebuah kebiasaan di negara mereka, atau karena berbagai alasan lainnya.

Hal seperti ini justru akan mendorong kandidat terbaik menjauh dari perusahaan Anda, dan dalam jangka panjang akan merusak citra brand dan perusahaan itu sendiri. Selain itu, hal ini akan membuat Anda mengalami kesulitan dalam merekrut karyawan baru di masa yang akan datang.

Waktu yang Tepat untuk Menggunakan Email Ucapan Terima Kasih sebagai salah satu Faktor Penentu

Terlepas dari semua hal tersebut, ada saat dimana email ucapan terima kasih bisa menjadi salah satu faktor penentu dalam pengambilan keputusan, dan hal ini bergantung pada isi email itu sendiri.

Sebagai contoh, Anda sedang memilih antara 2 kandidat yang sama kuat untuk sebuah posisi. Salah satu dari mereka mengirimkan email ucapan terima kasih dan kandidat yang lain tidak. Email itu sendiri akan memberi nilai positif pada sang kandidat, namun, jangan pernah mengambil keputusan hanya berdasarkan hal tersebut.

Contoh lain; Anda sedang memilih antara 2 kandidat untuk posisi sales. Keduanya mengirimkan email ucapan terima kasih, dimana kandidat pertama mengirimkan ucapan yang sangat standar sementara kandidat kedua mengirimkan email yang menarik dan terkesan penuh semangat.

Ingat, Anda sedang mencari seorang sales. Seorang sales seharusnya mampu menarik perhatian dan meyakinkan orang lain mengenai sesuatu. Berdasarkan email yang Anda terima, kandidat kedua nampaknya memiliki skill yang jauh lebih baik dalam hal ini. Email seperti ini akan menjadi nilai positif, tapi sekali lagi perlu ditekankan bahwa Anda perlu melihat hasil dari berbagai metode assessment yang telah dilakukan sebelumnya dan jangan pernah membuat keputusan berdasarkan sebuah email ucapan terima kasih semata.

More to Read : Cara Menolak Pelamar Kerja

Discover the power of TalentMind

Demo Now

keyboard_arrow_right